Budaya Santun Dalam Tradisi Salim

Kota Bima, 13 April 2026

Sebuah barisan rapi siswa terlihat pasca pelaksanaan upacara bendera berakhir dihalaman SDN 13 Kolo Kota Bima pagi ini (13/4/2026). Satu per satu, siswa dari jenjang kelas bawah seperti kelas 1, 2 dan 3 hingga jenjang kelas atas (4, 5 dan 6) mulai menghampiri barisan Bapak dan Ibu guru yang telah berdiri menyambut dengan senyum hangat di pinggir lapangan. Tangan-tangan mungil tersebut meraih dan mencium tangan para pendidik sebagai bentuk penghormatan dan takzim atas ilmu yang telah diberikan. Tradisi salim ini bukan sekadar rutinitas penutup upacara, melainkan jembatan batin yang memperkuat ikatan kasih sayang antara murid dan guru sebelum memulai perjalanan menuntut ilmu di dalam kelas.

Penanaman nilai karakter dan etika ini menjadi prioritas di SDN 13 Kolo Kota Bima dalam upaya mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga luhur secara budi pekerti. Dengan membiasakan budaya salim setiap pagi, sekolah secara tidak langsung mengajarkan arti rendah hati dan rasa terima kasih yang mendalam kepada sosok "pahlawan tanpa tanda jasa". Selain itu, nilai-nilai kesantunan khas nusantara tetap terjaga dengan baik di lingkungan sekolah. (YA)