Liontin Ratu Bidadari


Ada balapan mobil kecil di lapangan terbuka Negeri Dongeng. Pesertanya cukup banyak. Termasuk Oki. Ratu Bidadari membuka pertandingan. Mobil-mobil pun mulai saling balap.


Menjelang sore, pertandingan pun selesai. Oki kecewa karena tidak menang. Sementara itu Ratu Bidadari terkejut, “Aduh, liontin kalungku hilang!” serunya.


Oki, Nirmala, dan para dayang kini sibuk mencari liontin. Di semak-semak, di antara rerumputan… Hari mulai gelap, namun liontin itu belum juga ditemukan. Oki mendekati Nirmala.


“Nir, mungkin aku bisa menemukannya. Tapi tolong sulap aku dan mobilku jadi kecil,” bisik Oki pada Nirmala. “Hmm, boleh juga!” ujar Nirmala setuju. Ia pun mengayunkan tongkatnya.


“Sim salabim!” Ah, Oki dan mobilnya kini jadi kecil. Nirmala mengikat sebuah senter kecil di kap mobil Oki. “Nah, sekarang aku pergi dulu ya!” Oki menjalankan mobilnya.


Oki menjalankan mobilnya di antara rerumputan. Juga di antara semak-semak. Akhirnya… “Ah, ini dia!” Oki menemukan liontin itu di antara semak-semak tinggi.


Oki mengikat liontin itu dengan akar halus. Lalu menariknya dengan mobil kecilnya, menemui Nirmala lagi. Nirmala kembali menyulap Oki dan mobilnya menjadi besar.


Betapa senangnya Ratu Bidadari mendapat liontinnya kembali. “Nah, ini piala khusus untukmu dan mobilmu,” ujar Ratu. Ah, gembiranya Oki. Akhirnya ia mendapat piala juga. (Cerita:Vanda Parengkuan/Dok. Bobo; Ilustrasi: Iwan darmawan/Dok. Bobo)