Anugrah Dewa Neptunus I

Oki bermain di pantai bersama Felip. Tiba-tiba terdengar suara teriakan, “Toloong…” Oki segera mencari suara itu. Ternyata Kotia! Si duyung berekor emas, pelayan Raja Neptunus!

Oh, ekornya terjepit karang. “Ki, jangan ditolong! Katanya, kalau makan ekor duyung emas, bisa membuat kita bernafas di air. Nah, ekor Kotia kita goreng saja!” usul si nakal Felip.

“Tidak! Kotia kan temanku! Kau kejam sekali!” marah Oki. “Huh, payah!” omel Felip sambil meninggalkan Oki. Nirmala melihat mereka dari jauh. Oki agak sulit melepaskan ekor Kotia.


“Sim salabim!” Nirmala menyulap dari jauh. Ekor Kotia pun terlepas. “Terima kasih, Ki!” seru Kotia gembira. Nirmala pura-pura tak tahu. “Wah, Oki baik sekali hari ini!” goda Nirmala.


“Yuk, ke dasar laut!” ajak Kotia. Hmm, tentu saja Nirmala dan Oki mau. “Sim salabim!” Nirmala menyulap agar Oki bisa bernapas di air. Kotia mengajak mereka menemui Dewa Neptunus.


“Oki tadi menolongku!” cerita Kotia pada Dewa Neptunus. “Brrr… baik sekali! Brrr… kau akan kuberi hadiah!” ujar Dewa Neptunus, “Kotia, ambillah dua kerang di lemariku! Brr…” tambahnya.


Kotia pergi sebentar. Tak lama kemudian ia kembali membawa dua kerang besar berwarna hijau. “Hmm aku tahu Nirmala juga menolong Kotia!” Dewa Neptunus tersenyum. Oh, Nirmala terkejut. Tentu saja Dewa Neptunus tahu. Dia kan seorang dewa! Oki dan Nirmala menerima anugrah Dewa neptunus. Makhluk laut menyaksikannya penuh haru. (Cerita: Vanda Parengkuan/Ilustrasi: Iwan Darmawan)